Breaking News:

Nasional

Tersandung Korupsi, Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin Ditahan KPK

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin akhirnya harus mengenakan rompi tahanan KPK, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
kompas.com/kristianto purnomo
Wakil Ketua DPR, Azis Syamsudin saat ditahan KPK, Sabtu (25/9/2021) 

TRIBUNMATARAMAN, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin akhirnya harus mengenakan rompi tahanan KPK, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

Politisi partai Golkar itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi atau pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani KPK di kabupaten Lampung Tengah.

Azis dijemput paksa KPK di kediamannya di Jakarta Selatan. Dia sedianya diperiksa sehari sebelumnya, namun, dia tak memenuhi panggilan dengan alasan sedang menjalani isolasi mandiri lantaran sempat berinteraksi dengan seseorang yang positif covid-19.

"Tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan," kata Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (25/9/2021).

Kata Firli, dalam kasus ini, Azis berkomunikasi dengan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju pada Agustus 2020 dan meminta tolong agar Stepanus 'mengurus' kasus yang menyeret namanya dan Aliza Gunado, kader partai Golkar lainnya.

Stepanus Robin sendiri telah diberhentikan oleh KPK setelah menyandang status tersangka dalam dugaan korupsi penangann perkara.

Setelah itu, Stepanus menghubungai Maskur Husain, seorang pengacara untuk mengurus dan mengawal kasus tersebut.

Maskur kemudian menyampaikan kepada Azis dan Aliza untuk menyiapkan uang, masing-masing sebesar Rp 2 miliar.

Stepanus Robin juga telah menyampaikan langsung permintaan sejumlah uang tersebut yang kemudian disetujui oleh Azis.

Masih di Agustus 2020, Stepanus juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang, yaitu sebanyak 100 ribu dolar AS, 17.600 dolar Singapura, dan 140.500 dolar Singapura.

"Uang-uang dalam bentuk mata uang asing itu kemudian ditukarkan oleh SRP dan MH ke money changer untuk menjadi mata uang Rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain," sambung Firli.

"Sebagaimana komitman awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 miliar," imbuh Firli lagi.

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved