Breaking News:

Berita Kediri

Pemuda Kota Kediri Raih Medali Perunggu Olimpiade MIPA Tingkat Nasional

Jangan takut gagal, kapan lagi punya kesempatan. Jangan sampai nyesel karena ada kesempatan terus kita meninggalkannya gara-gara cuma  takut gagal.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Achmad Nurul Yaqin 

TRIBUN MATARAMAN.COM I KEDIRI - Achmad Nurul Yaqin (21) mahasiswa asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri meraih medali perunggu olimpiade Kompetisi Nasional  Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN MIPA) tingkat Nasional kompetensi bidang Kimia. 

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek).

Achmad Nurul Yaqin merupakan mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), mengaku soal yang dikerjakan lebih sulit dari tahun sebelumnya, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya. 

“Persiapannya tidak sematang tahun lalu, dari pengumuman awal berapa yang lolos perwakilan universitas itu singkat banget. Jadi, buat ngejar materi, review materi baru itu kebut-kebutan, ditambah tahun ini aku lebih fokus ke PKM,” ungkap Yaqin, Minggu (25/9/2021).

Supaya tidak tegang dalam menghadapi KN-MIPA, terlebih pengalaman tahun sebelumnya menjadikan pelajaran untuk tahun ini.

 “Agak santai karena tahun kemarin pernah ikut, jadi bisa buat pelajaran. Alhamdulillah seneng banget, meskipun dapat perunggu tapi jauh lebih senang karena soalnya lebih sulit,” ungkapnya.

Sejak kecil, Yaqin mengaku senang mengikuti berbagai macam perlombaan dan kejuaraan.

"Sejak saya MI sering ikut lomba, pada waktu itu saya juga sering mengalami kegagalan ketika berlaga dalam kompetisi yang saya ikuti, namun hal itu justru menjadi penyemangat buat saya untuk upgrade diri,” ungkapnya.

Yaqin berpesan kepada setiap pemuda-pemudi di Kota Kediri supaya terus semangat dalam menggapai impian dan cita-citanya.

Setiap peluang yang datang harus dimanfaatkan. 

“Jangan takut gagal, kapan lagi punya kesempatan. Jangan sampai nyesel karena ada kesempatan terus kita meninggalkannya gara-gara cuma  takut gagal. Tidak dapat kesempatan lebih menyakitkan daripada gagal,” ungkapnya.

Sementara Dimyati, orangtua Yaqin mengaku sangat bangga atas prestasi yang berhasil diraih oleh anak pertamanya tersebut.

 “Alhamdulillah, saya sangat bangga dan bersyukur sekali atas prestasi yang berhasil diraih oleh anak saya,” ujarnya.

Semoga prestasi yang berhasil diraih oleh putranya dapat menjadi penyemangat untuk mengukir prestasi berikutnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved