Breaking News:

Berita Nganjuk

Proyek Pedestrian Senilai Rp 23 Miliar di Nganjuk Mulai Dikerjakan

Pemkab Nganjuk melanjutkan penataan kota Kabupaten dengan pembangunan pedestrian sebelah timur Jalan A Yani yang anggarannya senilai Rp 23 miliar

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman/achmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk melakukan pengurukan box culvert sebagai awal diresmikanya kelanjutan proyek pedestrian di sepanjang jalan A Yani Kota Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pemkab Nganjuk melanjutkan penataan kota Kabupaten dengan pembangunan pedestrian sebelah timur Jalan A Yani.

Hal itu dilakukan setelah pembangunan pedestrian sisi sebelah barat telah dibangun pada tahun 2020 lalu meski belum seluruhnya.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, untuk melanjutkan pembangunan Pedestrian sisi timur jalan A Yani serta melanjutkan Pedestrian sisi barat yang belum selesai, Pemkab Nganjuk menggunakan anggaran DID (Dana Insentif Daerah) dari APBN sebesar Rp 23 miliar.

Alokasi dana tersebut diturunkan dari nilai sebelumnya yang mencapai Rp 28 miliar pada tahun 2021 ini.

"Penurunan anggaran DID tersebut karena ada penggunaan untuk penanganan covid-19. Tapi meski anggaran turun dipastikan tidak akan mengurangi volume dan kualitas dari pembangunan Pedestrian di jalan A Yani Kota Nganjuk," kata Marhaen Djumadi di sela-sela peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Pedestrian Jalan A Yani Kota Nganjuk, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, pembangunan Pedestrian di sepanjang Jalan A Yani merupakan salah upaya Pemkab Nganjuk menata Kota Kabupaten Nganjuk sekaligus sebagai upaya membangun kawasan ekonomi. Dia berharap dengan sudah adanya kawasan ekonomi di jantung kota Nganjuk, akan banyak memberi manfaat secara ekonomi untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Disamping itu, nantinya bersama dengan alun-alun Nganjuk yang juga bakal diperbaiki menjadi lebih menarik, Pedestrian sepanjang Jalan A Yani Nganjuk juga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata. Dengan demikian masyarakat nantinya bisa datang dan menikmati destinasi wisata di jantung Kota Kabupaten Nganjuk.

"Dan kamipun berharap nantinya Destinasi Wisata di Alun-alun dan Pedestrian di sepanjang jalan Ayani bisa menjadi ikon baru di Kabupaten Nganjuk. Sehingga nanti Nganjuk tidak hanya dikenal dengan Sedudo dan Guyangan oleh masyarakat di luar Nganjuk," tandas Marhaen Djumadi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Nganjuk, Agus Frihanedy menambahkan, pembangunan Pedestrian di sepanjang jalan A Yani merupakan kegiatan untuk mendukung visi misi Kepala Daerah Kabupaten Nganjuk terkait pembangunan infrastruktur yang merata. Selain itu, pembangunan Pedestrian juga untuk mendukung Ekonomi di Kabupaten Nganjuk.

"Jadi, pembangunan Pedestrian ini diharapkan nantinya akan memberi banyak manfaat kepada masyarakat di Kabupaten Nganjuk," kata Agur Frihanedy.

Pedestrian di Jalan A Yani Kota Nganjuk, menurut Agus, dibangun dengan meliputi beberapa hal. Yakni revitalisasi drainase, pembangunan trotoar jalan, peremajaan pohon, dan dibangun lima spot unggulan di Pedestrian. Diantaranya akan dibangun 20 tugu di selatan alun-alun Nganjuk, tuju Jaya Stamba, Slumbung timur dan barat untuk festival center, Jembatan Ploso.

"Untuk pengerjaan dari proyek Pedestrian itu sendiri mulai 9 September dan selesai pada 31 Desember 2021 ini. Dan diharakan pengerjaan selesai tepat waktu," tutur Agus Frihanedy. (aru/Achmad Amru Muiz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved