Breaking News:

Berita Tulungagung

Wanita Tulugagung Buka Perusahaan Abal-abal Pekerja Migran ke Polandia, Tipu Miliaran Rupiah

Untuk menjalankan aksinya, tersangka menggunakan perusahaan abal-abal untuk mencari calon pekerja migran, dengan janji ditempatkan di Polandia.

Penulis: David Yohanes | Editor: Anas Miftakhudin
dokpol
MRT (38), tersangka PPTKIS abal-abal yang menipu para calon pekerja migran hingga miliaran Rupiah. 

TRIBUNMATARAMAN I TULUNGAGUNG - Pemilik pusahaan abal-abal di Tulungagung, MRT (38) yang merekrut pekerja migran untuk dipekerjakan di Polandia ditangkap penyidik Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung.

Wanita asal Desa/Kecamatan Rejotangan itu diduga menipu puluhan calon pekerja yang nilai totalnya sekitar miliaran rupiah.

Untuk menjalankan aksinya, tersangka menggunakan perusahaan abal-abal untuk mencari calon pekerja migran, dengan janji ditempatkan di Polandia.

"Korbannya ada puluhan orang. Sudah ada 10 saksi yang sudah dimintai keterangan," tutur Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto didampingi Kanit Pidsus Satreskrim, Iptu Didik Riyanto, Selasa (7/9/2021).

Lanjut Didik, MRT mempunyai perusahan pelatihan bahasa asing.

Namun ia menyalahgunakan perusahaan itu seolah sebagai Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS).

Lewat perusahaan ini, MRT aktif mencari calon pekerja migran dan dijanjikan dipekerjakan di Polandia.

"Caranya dia promosi lewat media sosial. Namun ada pula yang didatangi secara langsung," ungkap Didik.

Setiap calon pekerja migran diminta membayar Rp 25 juta hingga Rp 50 juta per orang.

Katanya, uang yang dipungut untuk pengurusan administrasi dan semua keperluan penempatan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved